Selasa, 01 Oktober 2013

pulau randayan



19 02 2013 itulah tanggal kami pergi ke pulau terkecil di kab bengkayang, pulau ini sering di sebut pulau randayan. Kecantikan terumbu karangnya sunggu memukau mata kami yang baru pertama kali mengunjungi pulau itu. Dengan jarak 15-50 meter dari bibir pantai pulau randayan ini kita bisa melihat terumbu karang. namun bila anda belum bisa berenang sangat disarankan untuk menggunkan lap jaket karena di pulau kecil ini memiliki arus air launya yang lumyan kuat hingga bisa membuat kita terbawa jahu dari pulau tersebut dan mungkin bisa membuat hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.
          Bila anda ingin kepulau randayan maka anda harus menyeberangi  lautan sekitar 1- 2 jam di atas kapal. Untuk menyeberangnya kita harus ke dermaga teluksuak di desa karimunting dan jarak dari desa karimunting ke kota pontianak sekitar 2-3 jam menggunakan motor. Buat yang menggunkan motor jangan berkahawatir karena di tempat penyeberangan teluk suak ini di persiapakan penitipan buat teman-teman yang ingin ke pulau lemukutan, pulau kabung, pulau randayan, pulau petabesar dan kecil. Cukup dengar Rp 5.000 permotornya, Motor  kita di simpat di tempat yang benar-benar aman. Untuk penyeberangan kita ke pulau randayan ini cukup dengan Rp 25.000 dan untuk masuk ke pulau ini di kenakan biaya Rp 15.000 perorangnya.
        Dengan biaya yang cukup terjangkau untuk ke pulau ini membuat banyak orang ingin berbondong ke pulau ini, termasuk saya dan teman-teman saya yaitu yoga, eno, een, wahyu, ana, ani, siti, dita, dan ica. Kami tidak menyianyiakan kesempatan untuk berphoto-photo karena menurut kami ini bukti kalau kami sudah pernah ke pulau randayan, apa lagi ketika kami mata hari ini beranjak trun dengan warna-warna yang alami ini membuat kami berebut ingin photo duluan karena tidak ada yang ingin ke tinggalan momen yang kami anggap sangat berharga ini.
         Malam menjelang kami kedatangan tamu, penduduk yang sudah lama tinggal di pulau randayan ini mungkin kita bisa sebut beliau penduduk asli pulau randayan. Banyak cerita yang kami dengar tentang pulau dan tentang hal-hal goip yang di ceritakan dan itu sudah pasti membuat kami terkesan serta merasa takut. saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak, mungkin lebih baiknya menjadi pendengar yang baik. Setelah bapak itu pulang kami melajutkan rencara yang telah di rencanakan sebelumnya di pontianak yaitu membakar jagung. Itu membuat suasana camping kami lebih berasa kalau saat ini berada di alam terbuka. Satu hal yang pembaca harus tahu bawah kami tidak menginap di perhotelan atau vila yang telah siap di sewakan di pulau ini tapi kami mendirikan tenda yang di antara gubung tua dan pastinya membuat kami lebih irit dari biaya sewa hotel serta sensasi kampingn yang lebih terasa.
          Setelah selesai membakar jagung yang telah di persiapkan dari awal mata kami pun mulai ingin memanjakan dengan berisrahat tidur untuk bangun pagi pada esok harinya karena pada saat di atas kapal nahkodanya bilang bawah ia akan menjeput kami pada pagi hari. Pada saat pagi harinya kapal yang telah di janjikan untuk menjemput kami telah datang dalam perjalan pulang, tetapi kami tetap menyempatkan diri untuk berphoto di restoran pulau ini. Setelah di atas kapal kami tetap berphoto dengan latar belankang pulau randayan sampai batrai habis barulah kami berhenti berphoto-photo. Sesaat perjalan pulang kami melihat pulau-pulau yang masih alami dan lebih besar dari pulau yang kami kunjungi ini dan kami juga berjanji untuk mengunjungi pulau lemukutan pada liburan semester 4.
See you next time.

OTW randayan
base camp kami
senorkling

detik-detik sunset

main bakar-bakar


makan terenak yang pernah di makan
bukti bawah kami ada di pulau randayan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar